Itu, saat kukayuh sepeda tua, pagi buta,
saat ilmu sangat jarang di desa.
Hati riang bukan kepalang, lintasi ladang juga pamatang.
Sepetak padi pun berdendang,hiburku dengan lucu.
Dua carik, kukenakan dengan gagah.
Dwi warna berpeluh nan basah.
Sudah renta, bapak, hanya wariskan itu. Sudah kusam, ibu, jahitkan itu.
"Sudahlah, ia dikirim ke kota."
Itu, saat ilmu tak jua tiba.
Meja kursi tiba-tiba kosong.
Siswa-siswa melongok ompong.
Aku pulang, Aku jual;
Sudah renta, bapak, hanya wariskan itu.
Aku sulut arang, Aku bakar;
Sudah kusam, ibu, jahitkan itu.
saat ilmu sangat jarang di desa.
Hati riang bukan kepalang, lintasi ladang juga pamatang.
Sepetak padi pun berdendang,hiburku dengan lucu.
Dua carik, kukenakan dengan gagah.
Dwi warna berpeluh nan basah.
Sudah renta, bapak, hanya wariskan itu. Sudah kusam, ibu, jahitkan itu.
"Sudahlah, ia dikirim ke kota."
Itu, saat ilmu tak jua tiba.
Meja kursi tiba-tiba kosong.
Siswa-siswa melongok ompong.
Aku pulang, Aku jual;
Sudah renta, bapak, hanya wariskan itu.
Aku sulut arang, Aku bakar;
Sudah kusam, ibu, jahitkan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar