Sabtu, 04 Februari 2012

Wonokromo, Senja Itu


Selalu, kupandangi setiap hujan yang turun—ingatkanku!.
Yang lalu, saat kupandang wajahmu.
Beranjak duka bersama kereta senja yang tiba.
Lesung pipimu masih memasung hatiku pada tiang pancang,
di stasiun itu, dimana kau hujamkan tawa tuk lukaku.
Mata sayumu masih merayuku tuk bertahan walau terabaikan.


Surabaya, 22 januari 2012

1 komentar: