Minggu, 04 Maret 2012

Ibuku; Inilah Nasibmu

Itu, saat dimana kau basuh rambutku.
Dengan segenap keikhlasanmu.
Jemari yang halus, begitu lunglai nan kurus.
Itu, saat kau papah aku pada pintu.
Dengan tegar kau getirkan senyummu.
Merah, bibir yang indah, tak ku lupa dan pula jengah.
Itu, saat kau kenakan baju padaku.
Dengan miris kau kembangkan tangis, dengan manis kau tumis habis.
Mendera, mengucur dari balik dapur.
Itu, saat kau ranum seonggok tinja.
Dengan mesra kau timang ia.

Itu, saat ibu menyayangiku dengan segenap pilu dan sendu masa kecilku.

"Bahkan dunia tak terhingga saat menimbangnya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar